Komtemplatif
Hidup selalu
memberikan hikmah, dalam segala proses kehidupan kita selalu dituntut untuk
menganalisa masalah dengan perspektif dalam pengalaman dan pemikiran yang baik,
sehingga tidak menimbulkan masalah baru.
Manusia hidup
selalu menggunakan dua pola, yaitu pikiran atau perasaan,keduanya bisa
bersamaan tetapi juga bisa sendiri-sendiri. Dalam proses kehidupan kita
mengenal atau dikenalkan dengan 'cinta'. Dalam proses mencintai, kita akan
dihapkan dengan berbagai kemungkinan yang kadang-kadang: kadang menyakitkan dan
kadang membahagiakan. Ya, tapi dalam cinta, potensi yang lebih mungkin terjadi
adalah kefanaan, fana bahwasannya bahagia itu tercipta karena dia yang dcintai
atau karena kita mencintai, bersama dengan orang yang dicintai atau hidup
dengan orang yang mencintai. Ya, kita menganggap bahwasannya bahagia tidak
berdiri sendiri, bahagia tercipta atas dasar bergantung kepada orang lain.
Kebagiaan
sejatinya bisa diciptakan, tanpa bergantung kepada siapapun, bahagia tidak
memiliki pola, tetapi bahagia memiliki struktur yaitu: > merencanakan, >
melakukan, > berpikir, > menerima, > kemudian bersyukur.
bahagia itu
adalah tentang kesiapan, kesiapan menerima bahwa takdir Tuhan tidak selalu
sesuai dengan kehendak kita. Dan kita harus selalu sadar bahwa “kita punya
keinginan tetapi Tuhan punya kenyataan”.
Dalam proses
kehidupan yang selalu dinamis, takdir akan selalu menyesuaikan dengan bagaimana
kita terus mempelajari tentang memantaskan diri dengan keinginan kita dan persetujuan
Tuhan atas keinginan kita. Setiap detik kita selalu melakukan lobi-lobi dengan Tuhan, Tuhan dengan sifat Rahman
Nya akan selalu memperhatikan ruang kemampuan kita, sehingga ruang-ruang
yang sudah dirancang dengan baik oleh kita, akan disesuaikan menurut kadar
kasih sayang Tuhan terhadap kita.
Pada akhirnya
kita akan menyadari bahwa puncak tertinggi dari proses mencari kebahagian
adalah dengan mencintai Tuhan dan Bergantung pasrah terhadap kehendak Tuhan. Ya
, beliau adalah Maha Pencipta yang menciptakan kita, kita tidak bisa lepas dari
kendalinya, semoga kita semua diperhatikan Tuhan. Aamiin.-
Jangan lupa berkomplasi dengan
diri kita sendiri, ok.

0 Response to "Komtemplatif"
Posting Komentar